PALI – TEROPONGSUMSEL.COM
Tumpukan jerami yang selama ini dianggap limbah pertanian kini berubah menjadi sumber penghasilan baru bagi para petani di Desa Pengabuan, Kabupaten PALI, Sumatera Selatan.
Selama bertahun-tahun, sisa batang dan daun padi kering hanya dibakar usai panen. Selain mencemari lingkungan, cara tersebut juga dinilai kurang memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Sarbeni, petani dari Kelompok Tani Barokah, mengatakan limbah jerami di desanya bisa mencapai sekitar 4 ton per hektare setiap musim panen. Minimnya pengetahuan membuat para petani sebelumnya belum mampu mengolah limbah tersebut menjadi sesuatu yang bernilai.
“Dulu jerami hanya dibakar karena kami tidak tahu harus diapakan lagi,” ujar Sarbeni, Selasa (19/5/2026).
Perubahan mulai terjadi pada 2025 setelah Pertamina EP Adera Field melalui program Pertanian Mandiri Desa Tangguh (PERMATA) melakukan pendampingan kepada masyarakat Desa Pengabuan.
Program yang dijalankan oleh PEP Adera Field, bagian dari PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 itu memberikan pelatihan sekaligus bantuan alat pengolahan limbah jerami menjadi produk bernilai jual, seperti briket dan wadah ramah lingkungan pengganti plastik untuk makanan maupun sayuran.
Tak hanya itu, para petani juga dibimbing dalam pengelolaan usaha mandiri, mulai dari peningkatan kualitas produk, pengemasan, pencatatan keuangan sederhana, hingga strategi pemasaran.
Kini, Sarbeni bersama anggota Kelompok Tani Barokah, KWT Selaras Alam, dan Taruna Tani sudah mampu mengolah limbah jerami secara mandiri tanpa lagi membakarnya di sawah.
Hasilnya pun mulai dirasakan. Pendapatan para petani yang sebelumnya rata-rata hanya sekitar Rp1,7 juta per bulan kini meningkat hingga mencapai Rp3,9 juta per orang per bulan.
“Jerami yang dulu cuma jadi sampah ternyata bisa membawa berkah. Sekarang yang ngebul bukan lagi sawah, tapi dapur karena pemasukan bertambah,” ungkap Sarbeni.
Selain meningkatkan ekonomi masyarakat, program ini juga dinilai berdampak positif bagi lingkungan. Pengurangan praktik pembakaran jerami diperkirakan mampu menekan emisi karbon hingga 18 ton CO2 per tahun.
Inovasi produk berbahan dasar jerami juga diharapkan dapat membantu mengurangi penggunaan plastik sekali pakai di Kabupaten PALI.
Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tahun 2024, timbunan sampah di Kabupaten PALI mencapai 38.730 ton per tahun, dengan sekitar 8.404 ton di antaranya merupakan sampah plastik.
Manager Community Involvement and Development (CID) PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), Iwan Ridwan Faizal, mengatakan Desa Pengabuan menjadi contoh bagaimana perubahan besar dapat lahir dari inisiatif sederhana masyarakat.
Menurutnya, Program PERMATA PEP Adera Field tidak hanya menyelesaikan persoalan lingkungan, tetapi juga membantu meningkatkan kesejahteraan petani.
“Kami ingin memastikan kehadiran perusahaan menjadi pendorong bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi untuk mandiri melalui pemberdayaan berkelanjutan,” ujar Iwan.
PHR Regional Sumatra Zona 4 sendiri mengoperasikan sejumlah wilayah kerja di Sumatera Selatan, di antaranya PEP Prabumulih Field, PEP Limau Field, PEP Adera Field, PEP Pendopo Field, PEP Ramba Field, PHE Ogan Komering, dan PHE Raja Tempirai, di bawah koordinasi dan pengawasan SKK Migas Sumbagsel. (Red)
